Perdana Menteri Narendra Modi meresmikan patung pejuang persatuan India Sardar Vallabbhai Patel yang menjulang setinggi 180 meter. Diklaim sebagai patung tertinggi di dunia, monument itu diresmikan di negara bagian Gujarat, India, Rabu, 31 Oktober 2018, dalam sebuah upacara megah dengan keamanan ketat.
"Untuk membangun patung ini, ratusan ribu petani dari seluruh India datang bersama-sama untuk menyumbangkan peralatan mereka, bagian dari tanah mereka dan gerakan massal yang dikembangkan di sekitar patung itu," kata Modi dalam pidatonya.
Sardar Vallabbhai Patel lahir dan besar di Nadiad, Gujarat,  1875. Sebagai pengacara dan aktivis sosial ia muncul sebagai salah satu pemimpin Kongres Nasional India.  Ketika Gandhi melancarkan aksi Satyagraha-nya, Patel adalah salah seorang pendukungnya yang gigih. Tak pelak, ia salah seorang pemimpin India yang memainkan peran utama dalam perjuangan kemerdekaan negara tersebut dan memandu integrasi-nya dalam sebuah negara yang merdeka dan bersatu. Sehingga, ketika negeri ini merdeka dari Inggris, 1947, Patel segera didapuk sebagai Perdana Menteri sampai tiga tahun kemudian ia digantikan Moraji Desai.
Di India dan tempat lainnya, ia juga sering disebut Sardar, yang artinya Ketua dalam bahasa Hindi, Urdu dan Persia.
Patung Patel, yang juga disebut sebagai "Patung Kesatuan", terbuat dari perunggu dengan rangka baja dan isi beton dengan total berat mencappai 100 ribu ton. Di lokasi patung ini, pemerintah In dia juga akan terdapat sebuah museum dan pusat penelitian yang didedikasikan untuk kehidupan dan karya Patel yang mencakup sekitar 40.000 dokumen dan 2.000 foto.
Jet dan helikopter angkatan udara dan sekitar 5.000 polisi turut mengamankan area sekitar patung kala Modi meresmikannya. Selain soal protokoler, kesiagaan itu juga tak lepas dari kritik yang menghujani Modi karena melanjutkan proyek patung berbiaya sekitar 29,9 miliar Rupee atau sekitar Rp 6 miliar.
Selama ini, warga di distrik Narmada di negara bagian Gujarat di mana patung itu berada mengancam akan memprotes peresmian patung tersebut. Walau dengann alasan berbeda. Mereka mengklaim bahwa proyek tersebut telah menghancurkan sumber daya alam, sementara keluarga yang direlokasi dari situs patung itu belum mendapat kompensasi.
"Saya tidak menentang Sardar, tapi apa gunanya patung itu jika orang-orang harus menderita dan dipindahkan dari rumah mereka?" ujar kepala daerah dan pemimpin kelompok masyarakat setempat, Chotu Vasava.
Pemerintah negara bagian Gujarat sendiri membantah klaim dan tudingan itu. Mereka mengatakan, 185 keluarga yang dipindahkan untuk membuat ruang untuk patung itu telah mendapat kompensasi.
Patung Patel ini dua kali lebih tinggi dari Patung Liberty di New York dan juga lebih tinggi dari patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang baru diresmikan September 2018 lalu. Patung GWK “hanya” 130 meter.

https://www.jawapos.com/internasional/dw/02/11/2018/ketinggian-patung-tertinggi-di-dunia-milik-india-kalahkan-patung-gwk